2022-09-01 20:15:29

Upaya Mengerakkan Ekonomi Daerah, Banggar DPRD Banyuwangi Minta Segera Cairkan Dana Hibah



Banyuwangi-Sebagai upaya menggerakkan perekonomian daerah dan masyarakat, Badan anggaran DPRD Kabupaten Banyuwangi meminta eksekutif untuk segera melaksanakan program pelaksanaan sumber dari dana hibah yang telah dianggarkan dalam APBD Tahun 2022.

Dorongan untuk mencairkan dana hibah itu disampaikan Badan Anggaran (Banggar) DPRD pada forum rapat perdana bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan agenda pembahasan KUPA-PPAS Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2022, Senin (29/08) lalu

Wakil Ketua DPRD sekaligus pimpinan Banggar Ruliyono mengatakan, dalam rapat tersebut kesempatan memberi kesempatan kepada eksekutif untuk memaparkan postur rancangan perubahan-APBD tahun 2022.

Berdasarkan pemaparan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) yang sekaligus Ketua TAPD, secara umum postur P-APBD tahun 2022 sudah bagus. “Namun, secara teknis perlu dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

Meski demikian, Ruliyono mendesak eksekutif untuk segera menunaikan kewajiban. Salah satunya segera mencairkan dana hibah yang sudah dianggarkan pada APBD 2022. Termasuk pokok-pokok pikiran (pokir) alias hibah yang berasal dari aspirasi masyarakat dan dititipkan kepada anggota dewan untuk diperjuangkan dalam APBD. 

“Ini penting untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Supaya perputaran uang. Yang jual pasir, sopir truk ada kerjaan, bahan bangunan laku, juga menyerap tenaga kerja,” ucap Ruliyono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, (1/09/2022)

Bukan itu saja, dewan juga memberikan masukan kepada eksekutif pendapatan untuk mengoptimalkan potensi sumber-sumber asli daerah (PAD). Salah satunya dengan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dikelola oleh manajemen yang profesional. 

“Jika hanya mengandalkan sumber pendapatan yang monoton, seperti pajak, tidak akan mencukupi. Apalagi ada program-program yang dulu dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD), kini dibebankan ke APBD,” tutur Ruliyono.

Ruliyono mencontohkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilego memiliki BUMD Kepelabuhan. BUMD tersebut mampu menghasilkan PAD Cilegon hingga sebesar Rp 9 miliar per tahun.

 “Kita (Pemkab Banyuwangi) terlebih dahulu punya kapal, mengulas PAD sangat besar. Soal baru-baru ini terjadi hal yang kurang baik, perlu evaluasi kita. Jangan takut akan kegagalan, termasuk kegagalan masa lalu. Kegagalan BUMD masa lalu harus menjadi pembelajaran untuk mewujudkan BUMD yang lebih baik di masa mendatang”, menyimpulkan penyimpulan wawancaranya.



Lihat berita lainnya






DPRD Banyuwangi
  • Senin - Kamis 08:00 – 16:00 WIB
  • Jumat 07:30 – 16:00 WIB

  • Jl.adi sucipto no1 Banyuwangi
  • set-dprd@banyuwangikab.go.id
  • dprdbanyuwangi01@gmail.com
  • (0333) 424845
  • (0333) 415776

Tutorial SIPRADA
Unduh Tutorial
Info Pengaduan
  • +62 852-3174-4924
  • siprada.dprdbanyuwangi@gmail.com
Tanggapan Anda
Sungguh kami bahagia bila Anda dapat meluangkan waktu untuk memberikan tanggapan tentang aplikasi Aspirasi kami

Suka Tidak Suka