2022-05-21 02:52:35

Antisipasi Wabah PMK, DPRD Banyuwangi Gelar Rakor Bersama SKPD,Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak



Banyuwangi-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi menggelar koordinasi (Rakor) lintas komisi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka pengawasan,pencegahan dan penyebaran penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan jelang Iduk Adha.

Rapat koordinasi dipimpin Wakil Ketua DPRD, Muhammad Ali Mahrus diikuti pimpinan komisi dengan mengundang hadirkan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas PU Cipta Karya,Perumahan dan Pemukiman serta Dinas PU Pengairan, Jum'at (20/05/22) bertempat di ruang khusus DPRD Banyuwangi.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M Ali Mahrus menyampaikan, dalam rakor mempertanyakan tantangan upaya eksekutif mencegah dan mengatisipasi penyebaran wabah PMK sekaligus meminta pengawasan lintas hewan dan penyemprotan disenfektan kadang-kadang hewan ternak.

“Dalam rakor tadi,kita memberikan kesempatan SKPD untuk menjelaskan, bagaimana antisipasi terhadap wabah PMK yang akhir-akhir ini melanda beberapa wilayah di Jawa Timur,” ucap Mahrus saat dikonfirmasi media.

"Termasuk antisipasi ternak yang masuk di wilayah Banyuwangi dari Bali. Karena kebanyakan masyarakat Banyuwangi pada saat hari raya kurban, tidak sedikit yang mencari sapi Bali. Itu juga perlu mencari sapi," pintanya.

Mahrus mengatakan, dari hasil rapat Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi jika sudah melakukan upaya preventif. Seperti sosialisasi gejala PMK hewan dan larangan agar tidak ternak dari luar daerah.

"Teman-teman juga menyarankan agar melakukan penyemprotan desinfektan di semua kandang yang ada di Banyuwangi, dalam rangka pencegahan," ucap dia.

Plt Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi M Khoiri menyebut, PMK sudah merambah di 14 kabupaten di Jatim. Upaya antisipasi terus dilakukan.

"Kami telah menutup akses lalu lintas hewan ke Banyuwangi, termasuk dari Bali. Sementara waktu kita tidak mengizinkan industri peternakan dari luar. Insyaallah semua sudah komitmen," kata Khoiri rapat.

serta meminta agar masyarakat khususnya peternak untuk menjaga kesehatan ternaknya. Seperti memberikan tambahan vitamin dan protein.

"Perlu diperhatikan juga kebersihan kandang. Peternak kami harap rutin membersihkan kandang dan melakukan penyemprotan desinfektan dengan formalin minimal seminggu dua kali," tutur Khoiri.

Tak hanya itu, Khoiri menyebut, langkah untuk mengantisipasi PMK ini, sebelum menerbitkan SOP di pasar hewan. Kata dia, lima pasar hewan di Banyuwangi masih tetap dibuka, karena Banyuwangi masih negatif PMK.

"Semua truk atau pick up yang masuk atau mengambil ternak di pasar harus disemprot dengan desinfektan formalin," ucapnya

Selain itu, kesempatan untuk mengambil kebijakan untuk menutup pintu masuknya hewan ternak dari luar daerah.

Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan, menyusul sudah ada 14 kabupaten di Jawa Timur yang dinyatakan positif PMK.

"Lalu lintas ternak di Kabupaten Banyuwangi, ada di Wongsorejo dan Kalibaru, sudah kami tutup. termasuk dari Bali. Di sana ada yang berjaga dan setiap hari kita waspada lalu lintas ternak baik masuk maupun keluar," ucap M Khoiri.

Khoiri menyebut, pertanyaan untuk sementara waktu juga tidak mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan oleh dinas.

"Itu upaya kami untuk menanggulangi. Agar pelaku tidak bisa mengeluarkan ternak dari Banyuwangi. Karena ini rawan, sekarang sudah ada 14 kabupaten di Jawa Timur yang positif menghambat PMK," tulisnya.

Dia menambahkah, dari hasil surveilans hingga kini belum ditemukan kasus PMK di Kabupaten Banyuwangi. Oleh karenanya, ia meminta agar masyarakat sementara waktu menahan untuk tidak ternak dari luar daerah.

"PMK sudah merambah ke bagian timur Jatim, seperti di Probolinggo dan Lumajang. Dengan antisipasi ini, semoga PMK tidak sampai masuk ke Banyuwangi," harapnya.

Khoiri menyebut, sejauh ini lalu lintas ternak khusus di Kabupaten Banyuwangi masih tidak ada larangan. Seperti membuka pasar hewan.

"Karena Banyuwangi masih negatif PMK, agar perekonomian tetap berjalan. Seiring dengan sosialisasi dan antisipasi terus kita gencarkan, serta pengawasan di pintu masuk agar tidak sampai ternak dari luar daerah masuk ke Banyuwangi," pungkasnya.



Lihat berita lainnya






DPRD Banyuwangi
  • Senin - Kamis 08:00 – 16:00 WIB
  • Jumat 07:30 – 16:00 WIB

Tutorial SIPRADA
Unduh Tutorial
Info Pengaduan
Tanggapan Anda
Sungguh kami bahagia bila Anda dapat meluangkan waktu untuk memberikan tanggapan tentang aplikasi Aspirasi kami

Suka Tidak Suka