TANGGAPAN BUPATI ATAS PEMANDANGAN UMUM FRAKSI-FRAKSI DPRD BANYUWANGI TERHADAP TIGA RAPERDA USULAN EKSEKUTIF.

Dipublikasikan oleh DPRD Kabupaten Banyuwangi pada

DPRD Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar rapat paripurna dngan agenda penyampaian tanggapan Bupati terhadap tiga Raperda usulan eksekutif. Rapat paripurna dilaksanakan secara virtual dan dipimpin Wakil Ketua DPRD, H.M.Ali Mahrus, Senin (27/07/2020). Wakil Bupati,Yusuf Widyatmoko saat membacakan tanggapan Bupati atas PU fraksi menyampiakan, terhadap saran dammasukan fraksi eksekutif menyampaikan terima kasih. Mengenai dasar hukum kearifan lokal, pengertian tersebut telah diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Selanjutnya terkait dengan kenaikan retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) secara normatif berdasarkan Pasal 155 Ayat (1) Undang-Undang No. 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah disebutkan bahwa tarif retribusi ditinjau kembali paling lama 3 tahun sekali. “ Dalam menentukan perubahan besaran tarif retribusi IMB telah memperhatikan daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan inflasi daerah , “ ucap Yusuf Widyatmoko. Eksekutif juga mengusulkan muatan materi raperda terkait tata cara penghitungan pengenaan sanksi administrasi paling banyak 10 persen dari nilai bangunan yang sedang atau dibangun sebagaimana yang tertera dalam Pasal 71 Ayat (2) Perda No. 14 tahun 2011 tentang retribusi perinjinan tertentu, sebagaimana telah diubah dengan Perda No. 6 Tahun 2015. Selanjutnya terkait dengan usul fraksi PDI-Perjuangan agar pada BAB IV ditambahkan dengan satu pasal tentang pengembangan dan pemberdayaan kepemudaan di tingkat daerah eksekutif sependapat. Dan usulan penambahan BAB III bagian kesatu asas, maksud dan tujuan, obyek Pasal 3 Huruf L yang berbunyi “ Bhineka Tunggal Ika” dan penambahan Pasal 5 Huruf H yang berbunyi “ memperteguh identitas daerah sebagai bagian jati diri bangsa dan memperkokoh karakter daerah sebagai upaya pembangunan karakter bangsa “ serta penambahan pada Pasal 7 angka 9 yang berbunyi “ membangkitkan motivasi, memperkaya inspirasi dan memperluas khasana bagi masyarakay yang berkarya di bidang kebudayaan “ eksekutif sepakat. Penjelasan eksekutif terhadap pendapat fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengenai muatan materi raperda pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokan tumpang tindih dengan Perda No.14 Tahun 2017 tentang pelestarian budaya dan adat istiadat di Banyuwangi Dijelaskan bahwa raperda pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokal saling melengkapi dengan Perda No. 14 tahun 2017. Hanya ada penambahan muatan materi tentang penyelenggaraan Banyuwangi Festival. Mengenai batasan usia pengurus organisasi kepemudaan, eksekutif menjelaskan bahwa hal tersebut tidak diatur dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, namun untuk menjadi pengurus harus memiliki kompetensi. Selanjutnya terkait dengan usulan fraksi Gerindra – PKS terkait pemberian beasiswa kepada pemuda berprestasi dan kurang mampu sudah diatur dalam Pasal 9 Ayat (2) Huruf J. Dan untuk peran sereta masyarakat dalam bersama-sama menjaga, mengontrol dan mengarahkan pemuda dari hal-hal yang kurang baik juga sudah diatur dalam Pasal 9 Ayat (2) Huruf C. Mengenai masukan fraksi Gerindra-PKS atasmacam-macam dan jenis budaya asli Banyuwangi,setelah dicermati eksekutif merubah judul raperda yang semula pemberdayaan kebudayaan dan kearifan lokal menjadi pemajuan kebudayaan dan kearifan lokal. Obyek pemajuaa dan keraifan lokal diantaranya tentang manuskrib yang terdiri dari Babad Blambangan dan lontar Yusuf. Ada enam tradisi lisan seperti ,Sritanjung, Tumpang Pitu, Khedung Krasak, Dham kembar, asal usul Desa Kelir, asal usul Dusun Mandhaluka. Kemudian ada empat ritual khusus seperti Seblang Bakungan dan Olehsari, Barong Ider bumi di Desa Kemiren, Kebo-keboan Desa Alasmalang serta Keboan Desa Aliyan, dan yang lainya. Usai penyampaian tanggapan Bupati atas Pemandangan Umum fraksi-fraksi, rapat paripurna dinyatakan selesai dan ditutup .
Kategori:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *