DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    PERUBAHAN APBD KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2019, PENDAPATAN DAERAH DIPROYEKSIKAN NAIK 41,7 MILIAR.

    BANYUWANGI - Pendapatan daerah diproyeksikan naik sebesar Rp. 41,7 miliar atau 1,32 persen. Hal ini dketahui dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Banyuwangi dengan agenda penyampaian nota keuangan perubahan APBD Tahun 2019 oleh Bupati Banyuwangi, Selasa (13/08/2019). Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD, Hj.Yusieni. Dan dihadiri Bupati H.Abdullah Azwar Anas.M.Si, Sekretaris Daerah, Drs. Djadjat Sudrajat, Asisten Administrasi Pembangunan, Ir.H.Mujiono, Jajaran Kepala SKPD, Camat dan Kepala Desa atau Lurah se Banyuwangi. Bupati H.Abdullah Azwar Anas dalam nota keuangan Perubahan APBD Tahun 2019 mengatakan, estimasi perubahan pendapatan daerah dalam tahun anggaran 2019 semula sebesar Rp. 3,170 triliun, mengalami kenaikan menjadi Rp. 3,212 triliun. “ Pendapatan daerah ada kenaikan sebesar 41,7 miliar atau 1,32 persen, “ ucap Bupati Anas dihadapan rapat paripurna. Rincian pendapatan daerah tahun anggaran 2019 setelah perubahan . PAD menjadi sebesar Rp. 517,5 miliar atau turun sebesar Rp. 54,1 miliar. Dana perimbangan menjadi sebesar Rp. 2,1 triliun, Lain-lain pendapatan yang sah sebesar 589,6 miliar. Perubahan kebijakan pendapatan daerah dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku terutama dalam tataran tehnis operasional. Dari sektor PAD dilakukan penyesuaian pagu berdasarkan amanat RPJMD Kabupaten Banyuwangi tahun 2016 – 2021. Pada perubahan APBD Tahun 2019, kemampuan belanja daerah yang semula sebesar Rp. 3,190 triliun, mengalami kenaikan menjadi Rp. 3,277 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp. 86,6 miliar atau 2,72 persen dibandingkan sebelum perubahan. “ Kebijakan belanja daerah diarahkan pada upaya optimalisasi dan instrumen dalam pencapaian target pembangunan daerah, serta penyesuaian berbagai besaran komponen APBD sejalan dengan dinamika yang terus berkembang, “ ucap Bupati Anas. Sedangkan perubahan kebijakan pembiayaan dilaksanakan dalam rangka pengunaan SILPA tahun lalu, untuk digunakan pada tahun anggaran berjalan, serta penerimaan kembai emberian pinjaman dana bergulir. Adapun komposisi pembiayaan pada perubahan APBD tahun 2019. Penerimaan pembiayaan daerah menjadi sebesar Rp. 65, 08 miliar, atau bertambah sebesar Rp. 45,08 miliar atau bertambah sebesar 225,44 persen. Pengeluaran pembiayaan daerah pada Perubahan APBD Tahun 2019 tidak mengalami perubahan. Secara garis besar perencanaan program dan kegiatan Perubahan APBD Tahun 2019, pada setiap urusan, baik urusan wajib dan urusan pilihan telah tertuang dalam KUPA – PPAS Perubahan APBD tahun 2019, sehingga penyusunan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dapat lebih terarah dan efisien.(Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK