DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    BUPATI BANYUWANGI SAMPAIKAN NOTA PENJELASAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD TAHUN ANGGARAN 2018 KEPADA DPRD .

    BANYUWANGI - DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2018 oleh Bupati Banyuwangi,H Abdullah AzwarAnas, M.Si, Senin (17/06/2019). Rapat paripurna dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD, Ruliono,SH. Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko,S.Sos, Sekretaris Daerah, Drs. Djadjat Sudrajat, Asisten Bupati, Jajaran Kepala SKPD, Camat. Lurah dan Kades se Banyuwangi. Saat membacakan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, Bupati Abdulah Azwar Anas menyampaikan, pendapatan daerah pada tahun anggaran 2018 terealisasi sebesar Rp. 2,9 triliun , atau 96,30 persen dari target anggaran sebesar Rp. 3,1 triliun. “ Pendapatan daerah tersebut berasal dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp. 450,6 miliar atau 72,11 persen, dari anggaran yang ditargetkan sebesar Rp. 624,1 miliar. Pajak daerah terealisasi sebesar Rp. 178 miliar, retribusi daerah terealisasi Rp. 45,4 miliar, pendapatan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi sebesar Rp. 15,1 miliar, dan lain-lain PAD yang sah terealisasi sebesar Rp. 210,5 miliar , “ jelas Bupati Banyuwangi dihadapan rapat paripurna. Kemudian transfer pemerintah pusat atau dana perimbangan terealisasi sebesar Rp. 1,9 triliun atau 101,41 persen dari anggaran sebesar Rp. 1,9 triliun. “ Bagi hasil pajak terealisasi sebesar Rp. 46,7 miliar, dana bagi hasil sumber daya alam terealisasi sebesar Rp. 115,4 miliar, Dana Alokasi Umum terealisasi 100 persen yakni sebesar Rp. 1,3 triliun dan Dana Alokasi Khusus terealisasi sebesar Rp. 423,7 miliar atau 95,74 persen , “ jelasnya. Sedangkan belanja dan transfer daerah tahun anggaran 2018, terealisasi sebesar Rp. 2,7 triliun atau 93,91 persen dari anggaran sebesar Rp. 2,9 triliun. Dengan rincian, belanja operasi terealisasi sebesar Rp. 1,9 triliun dan belanja modal terealisasi sebesar Rp. 480,3 miliar. “ Belanja tidak terduga tidak terealisasi di tahun 2018, anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp. 3,7 miliar, “ ungkap Bupati Anas. Sehingga per 31 Desember 2018 terjadi surplus realisasi sebesar Rp. 243,9 miliar, yang merupakan hasil dari realisasi pendapatan daerah dikurangi dengan realisasi belanja dan transfer daerah. Adapun untuk pos pembiayaan daerah, realisasi penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp. 257, 08 miliar atau 100,05 persen dari anggaran sebesar Rp. 256,9 miliar. Pengeluaran pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp. 435, 9 miliar atau 99,60 persen dari anggaran sebesar Rp. 437,7 miliar. “ Jumlah pembiayaan netto sebesar minus Rp. 175,9 miliar, sehingga SILPA untuk tahun anggaran 2018 adalah sebesar Rp. 65,7 miliar, yang merupakan hasil penjumlahan surplus anggaran dengan pembiayaan netto , “ pungkas Bupati Banyuwangi. (Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK