DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    KEBERATAN TARIF RETRIBUSI, PEDAGANG PASAR ROGOJAMPI MENGADU KE DPRD BANYUWANGI.

    BANYUWANGI - Perkumpulan pedagang pasar Rogojampi mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi, Kamis (28/03/2019). Mereka minta anggota Dewan memperjuangkan penurunan tarif retribusi sewa kios maupun lapak di pasar Rogojampi yang dinilai terlalu tinggi. Puluhan pedagang pasar Rogojampi tersebut,diterima langsung Wakil Ketua DPRD, H.Joni Subagio.SH.MH dan beberapa anggota DPRD dari lintas komisi, dalam rapat dengar pendapat atau hearing, yang juga mengundang hadirkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Sih Wahyudi, Kepala BPKAD, Samsudin, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Diungkapkan oleh Ketua Perkumpulan pedagang pasar Rogojampi, Ahmad Muchlis, akan diserahkannya pengelolaan pasar Rogojampi dari pihak ketiga kepada Pemerintah Daerah. Nilai sewa kios dan lapak di pasar Rogojampi akan disesuaikan dengan Perda No. 12 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan jasa umum, yang didalamnya termasuk retribusi pelayanan pasar. Pedagang keberatan nominal retribusi sewa kios dan lapak per hari, yang dipatok sebesar Rp. 800 per meter persegi, jika melihat kondisi pasar yang semakin sepi. “ Kami keberatan dengan nilai sewa kios dan lapak sebasar 800 per meter persegi, saat ini pasar Rogojampi semakin sepi dampak dari menurunya daya beli masyarakat , “ ucap Ahmad Muchlis. Pedagang beralasan sepinya pengunjung pasar Rogojampi ,berdampak pada pendapatan atau omzet pedagang sehari-hari, sehingga tidak seimbang dengan biaya pengeluaran yang harus ditanggung, seperti pembayaran retribusi, keamanan, listrik, sampah, gaji karyawan dan lain-lain. “ Mohon kepada anggota dewan untuk memperjuangkan penurunan tarif sewa kios dan lapak di Pasar Rogojampi kepada Pemerintah daerah , “ ungkapnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi, Drs. Sih Wahyudi menjelaskan,diserahkanya pengelolaan pasar Rogojampi dari PT Sri Manikam Jaya kepada Pemerintah Daerah, secara otomatis penerapan retribusi mengikuti Perda No.12 tahun 2011. Sih Wahyudi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi tarif retribusi tersebut, namun para pedagang pasar Rogojampi merasa keberatan dengan nominal sewa kios dan lapak yang akan diberlakukan. “ Disperindag tidak bisa menaikan atau menurunkan nominal retribusi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah, di pemeriksaan Badan Pemeriksan Keuangan ini dipertanyakan, “ jelas Sih Wahyudi. Disperindag selaku instansi yang membawahi pengelolaan pasar menyatakan bahwa pihaknya tidak boleh menabarak aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Secara normatif pedagang harus membayar retribusi sewa kios dan lapak sesuai Perda. Ketua Komisi III, H.Khusnan Abadi dalam rapat mengusulkan, antara pedagang dengan eksekutif mengambil solusi jalan tengah. Caranya dengan memberlakukan tarif retribusi kios maupun lapak dipasar Rogojampi sebesar Rp. 400 per meter persegi per hari. Tarif tersebut sesuai dengan ketentuan retribusi untuk pasar kelas III di Banyuwangi. Sementara Wakil Ketua DPRD, H Joni Subagio menyampaikan, sudah menjadi kewajiban anggota DPRD untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk keluhan yang disampaikan oleh pedagang pasar Rogojampi. Selanjutnya terkait dengan keberatan pedagang pasar Rogojampi terhadap retribusi sewa kios dan lapak yang dinilai terlalu mahal, DPRD bersama eksekutif berencana akan segera mengakaji perubahan Perda No. 12 tahun 2011, khususnya pada nominal retribusi sewa kios dan lapak. “ Untuk sementara, pedagang tetap harus membayar retribusi sesuai dengan Perda, jika keberatan bayar sesuai kemampuan disertai dengan surat pernyataan keberatan yang diberikan kepada koordinator pasar Rogojampi sebagai bukti, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, “ pungkas H. Joni Subagio.(Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK