DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    DPRD BANYUWANGI GELAR RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA MENDENGARKAN PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN RI.

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, menggelar rapat paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo, dalam rangka peringatan HUT ke 73 Republik Indonesia, Dan penyampaian keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN tahun anggaran 2019. Rapat paripurna istimewa dipimpin langsung Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, SE, didamping tiga Wakil Ketua DPRD, H.M.Joni Subagio,SH.MH, Ismoko dan Yusieni. Serta dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko,S.Sos, Forum Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Drs. Djadjad Sudrajad, Jajaran Kepala SKPD, Camat dan Lurah se Banyuwang. Ketua DPRD Banyuwangi,I Made Cahyana Negara menyampaikan, rapat paripurna istimewa telah menjadi agenda nasional yang wajib dilaksanakan. Dimana setiap 16 Agustus, Presiden Republik Indonesia akan menyampaikan pidato kenegaraan, dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. “ Ini agenda nasional yang wajib dilaksanakan untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia , “ ucap I Made Cahyana Negara,SE, Kamis (16/08/2018) di Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi. Ketua DPRD Banyuwangi berharap di usia ke 73 Republik Indonesia tetap bersatu dan menggema di negara lain serta mampu bersaing. Dan apa yang di cita-citakan bangsa dapat terwujud,khususnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Sementara dalam pidato kenegaraan, Presiden Joko Widodo meminta agar peringatan kemerdekaan dijadikan momentum untuk mempererat persatuan, Semangat persatuan yang dipercikan para pejuang kemerdekaan harus terus digelorakan. Dan Presiden Jokowi mengakui, jika perjuangan mempertahankan persatuan penuh tantangan dan rintangan, oleh karena itu semangat untuk menjaganya harus terus dipelihara. Dalam penyampaian keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2019, Presiden Joko Widodo memaparkan defisit APBN akan diturunkan menjadi 1,84 persen pada tahun 2019, atau lebih rendah dibandingkan dengan 2,12 persen pada tahun 2018 , atau 2,59 persen di 2015. Pada tahun 2019 Pemerintah tetap mengambil kebijakan fiskal ekspansif yang terukur, dalam rangka mendorong ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.(Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK