DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    KURANG DIBERDAYAKAN, PEMANDU WISATA LOKAL G. IJEN MENGADU KE DPRD BANYUWANGI.

    Keberadaannya kurang diberdayakan oleh Pemerintah Daerah, 85 orang anggota Himpunan Pemandu Wisata Khusus Ijen (HPKWI) mendatangi Gedung DPRD Banyuwangi untuk sampaikan aspirasi dalam Rapat Dengar Pendapat atau hearing, Senin (14/05/2018). Hearing lintas Komisi dipimpin langsung Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara, SE, dengan mengundang hadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, H.M Bramuda, Camat Licin, Hartono dan Kepala Desa Tamansari, Rizal Syahputra. Ketua HPKWI, Slamet dalam hearing menyampaikan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Ijen belum memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar, khususnya kepada pemandu wisata lokal. Wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Gunung Ijen, masih banyak yang mempergunakan jasa pemandu wisata atau Guide dari luar daerah. Padahal masyarakat Desa Tamansari, yang dulunya sebagai penambang belerang, banyak yang beralih profesi sebagai pemandu wisata, dibawah naungan HPKWI. “ Wisatawan banyak yang mengunakan jasa Guide dari luar daerah, padahal Guide lokal sudah mendapatkan ijin dari BKSDA dan telah mendapatkan pelatihan, “ucap Slamet dihadapan rapat hearing. Selain memandu wisata, Guide yang tergabung dalam HPKWI, juga dibebani tanggungjawab menjaga kebersihan kawasan Taman Wisata Gunung Ijen. Bahkan jika terjadi bencana longsor maupun kebakaran lahan, HPKWI wajib berperan untuk membantu mengatasinya. “ Peran kami sebagai pemandu wisata kurang mendapatkan perhatian, dan pemandu wisata dari luar daerah bebas masuk ke Taman Wisata Gunung Ijen, dampaknya penghasilan kami sehari-hari jauh berkurang, “ ungkap Slamet. HPKWI berharap kepada DPRD Banyuwangi dan Pemerintah Daerah bisa menerbitkan suatu regulasi atau aturan, yang dapat memperkuat eksistensi sebagai pemandu wisata lokal yang berpengalaman, sehingga mampu bersaing dengan pemandu wisata dari luar daerah. Sementara Ketua DPRD. I Made Cahyana Negara menegaskan, peningkatan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, harus dimbangi dengan peningkatan SDM pelaku wisata, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar destinasi wisata itu sendiri. “ Kita minta Pemerintah Daerah memikirkan nasib masyarakat, kita ingin peningkatan pariwisata ini berdampak pada perekonomian masyarakat, mereka bisa kita jadikan subyek, promosi ok, atraksi wisata ok, peningkatan SDM pariwisata juga penting, “ jelas Made Cahyana. Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diminta untuk segera meningkatkan SDM pemandu wisata lokal. Bagaimana caranya, Guide lokal ini mampu bersaing dengan Guide dari luar daerah dalam melayani wisatawan. “ Yang penting, jangan sampai pariwisata naik, kunjugan turis meningkat, namun tidak berdampak ekonomi kepada masyarakat, “ pungkas Made Cahyana. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, H.M Bramuda mengatakan, persoalan pemandu wisata ini merupakan salah satu persoalan yang di inventarisir pihaknya. Perkembangan pariwisata Banyuwangi yang semakin pesat belum di imbangi dengan peningkatan SDM khususnya pemandu Wisata. “ Pemandu wisata ini sebetulnya merupakan problem yang telah kita inventarisir, tidak hanya Guide namun travel lokal juga, “ ucap Bramuda. Disbudpar berencana akan membuat aturan baru bagaimana cara SDM pemandu wisata di Banyuwangi semakin meningkat.(Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK
    0