DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    Propemperda Bacakan Prolegda Tahun 2018

    Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) DPRD Banyuwangi yang semula 22 Raperda akhirnya oleh Jawa Timur disetujui 19 Raperda.  Karena ada beberapa raperda yang dijadikan satu Raperda. Dalam laporan Bapemperda hasil pembahasan Perda tahun 2018 disampaikan Rapat Paripurna pengesahan APBD Banyuwangi sekaligus Pengesahan Propemperda tahun 2018, Senin (27/11) digedung DPRD Banyuwangi.

    Memang, kata Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, M Ruliyono, SH kepada sejumlah usai rapat paripurna, perda itu semuanya menjadi prioritas. Tetapi dengan proses yang sulit, karena teman-teman pengusul ini akhirnya kita suruh paparkan, ya seperti kalau mahasiswa dengan presentasinya.

    “Nah, alhamdulillah setelah itu kita setujui di dalam Raperda itu ada 22,  tetapi sudah di Jawa Timur ada surat keputusan dari Depdagri sebelum di dok harus dapat dikonsultasikan di Jawa Timur. Karena itu harus ada perserujuan dsan jadi 19. Untuk usulan dari eksekutif itu  jumlahnya 10 yang 9 inisiatif DPRD. Jadi dipembahasan hasilnya seperti ini,” tandas lelaki yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi itu..

    Raperda tentang jaminan kehidupan orang miskin. Raperda ini akhirnya dijadikan satu dengan saran penanggulangan kemiskinan ini raperdanya dijadikan satu dengan perumahan kumuh. Akhirnya dengan begitu terlemparlah yang perumahan kumuh dan dijadikan satu.Raperda tentang pencegahan kualitas.

    Sementara itu, Raperda tentang perubahan Perda nomor 2 tahun 2015 tentang pemberian insentif dan penyelenggaraan penanaman modal ini kan sudah ada perda. Para anggota DPRD megusulkan, yakni Sugiarto dari PAN ini mengusulkan penanaman modal dan akhirnya dijadikan satu. “Jadi dari yang punya pemerintah ada judulnya itu tentang perizinan bangunan itu ditolak oleh eksekutif dan oleh tim gubernur. Sedangkan yang ditolak adalah milik Dinas PU,” ungkapnya.

    Sisa perda yang kemarin, yakni IPPT pemanfaatan tanah itu kan tahun 2015 tidak ada titik kesepakatan antara eksektif dan legislatife. Persoalan luas tanah dan nominal tanah itu bisa disahkan jika eksekutif setuju dan legislatife setuju. “Ini saya kira tahun 2015 wajib kita masukkan, karena sudah jeda 2  tahun. Kalau ini tidak disahkan, maka tidak akan terbahas lagi,” papar Ruliyono.

    Sedangkan 19 Raperda  yang akan kita proyeksikan sebagai program Pembentukan Perda pada tahun 2018 mendatang, Raperda Tentang Penanggulangan Kemiskinan, merupakan fusi dari Raperda tentang Jaminan Kehidupan bagi orang Miskin dan raperda tentang pencegahan dan peningkatan Pemukiman dan Perumahan Kumuh. Raperda tentang perubahan Perda No 2 Tahun 2015 tentang pemberian insentif dan penyelenggaraan penanaman modal, Raperda ini merupakan penajaman pada upaya mendorong investasi di Banyuwangi.  Ada perda perlindungan dan pemberdayaan petani di Banyuwangi, Raperda ini semula berjudul Raperda tentang Perlindungan dan pemberdayaan petani dan nelayan di Banyuwangi. Raperda tentang pemberdayaan dan perlindungan usaha mikro di Banyuwangi, raperda ini semula berjudul Raperda tentang pemberdsayaan dan perlindungan usaha mikro kecuil dan menengah di Banyuwangi.

     

    Selain itu ada raperda tentang pengelolaan dan pemberdayaan  pasar rakyat di Banyuwangi. Raperda tentang penyelenggaraan kabupaten layak anak, raperda tentang Irigasi dan perkumpulan petani pengguna air. Raperda tentang Perubahan Perda Kabupaten Banyuwangi No 2 tahun 2013 tentang ijin penggunaan dan pemanfaatan tanah., Raperda ini merupakan sisa Raperda tahun 2015 yang tidak dapat dibahas, maka sesuai ketentuan setelah jeda 2 tahun terhadap raperada ini kita preogramkan tahun 2018 untuk menjadi Perda dan masih banyak lagi raperda lain yang melalui rapat paripurna ini sudah disahkan.(Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK