DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    KENAIKAN HARGA SEWA LAHAN PT.KAI MEMBERATKAN, PENYEWA MENGADU KE KOMISI I DPRD BANYUWANGI.

    Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi mengelar Rapat Dengar Pendapat bersama warga Desa Sraten dan Desa Benculuk yang bermukim diatas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia, Jum’at (29/09).  Rapat Dengar pendapat dipimpin wakil ketua Komisi I, Syahroni. Dan diundang hadirkan perwakilan warga, Kepala Desa Sraten,Kepala Desa Benculuk, Camat Cluring, Dinas Perhubungan, serta PT.KAI.

    Wakil Ketua Komisi I, Syahroni mengatakan, Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan, dalam rangka menanggapi surat permohonan warga Desa Sraten dan Desa Benculuk yang tergabung dalam paguyuban penghuni tanah PT KAI, kepada Ketua DPRD Banyuwangi. Mereka mengadu terkait dengan kenaikan harga sewa lahan milik PT.KAI.

    “ Penyampaian pengaduan terkait naiknya harga sewa lahan milik PT.KAI yang cukup memberatkan,” ucap Syahroni.

    Ketua Paguyuban Penghuni Tanah PT.KAI, HM. Sarto dalam pengaduannya menyampaikan, penetapan kenaikan harga sewa lahan PT.KAI cukup memberatkan. Warga menilai kenaikan harga sewa lahan dilakukan sepihak dan tanpa sosialisasi. Yang dulunya harga sewa hanya sebesar Rp. 3000 per meter persegi pertahun naik menjadi Rp. 4.400 per meter persegi pertahun.

    Sarto menambahkan, Surat Edaran PT.KAI No. KB.205/11/2/DO.9-2017 penetapan kenaikan sewa lahan dibagi menjadi tiga klasifikasi berdasarkan pemanfaatanya. Lahan yang hanya dipergunakan untuk hunian tarifnya Rp. 4.400 per meter pertahun, untuk usaha murni, harga sewa lahannya Rp. 22.000 per meter pertahun, namun jika dipergunakan usaha campuran tarif sewanya sebesar Rp. 9.900 per meter pertahun.

    “ Kenaikan sewa lahan itu terlalu mahal, sehingga memberatkan penyewa dan saat ini banyak warga penyewa tidak mampu membayar dan mempunyai tunggakan pembayaran. Mohon Komisi I dapat membantu persoalan kami,’ ungkap HM.Sarto.

    Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Sraten, Kecamatan Cluring, A,Rahman Mulyadi. Warga untuk sementara waktu dihimbau untuk tidak membayar sewa, sebelum ada penjelasan resmi dari PT,KAI. Selain itu, kebijakan pembayaran sewa lahan harus dilakukan setiap 5 (lima) tahun, dirasa cukup memberatkan.

    “ Pembayaran sewa lahan sekaligus 5 (lima) tahun cukup memberatkan warga kami,” ucap Kades Sraten.

    Setelah mendengarkan keluhan warga penyewa lahan PT.KAI. Wakil Ketua Komisi I, Syahroni menyampaikan, pihaknya akan mengundang hadirkan PT.KAI. Pihaknya ingin mengetahui secara jelas dasar hukum yang digunakan PT.KAI dalam menetapkan kenaikan harga sewa lahan miliknya. Selain itu, PT.KAI harus menjelaskan terkait dengan keluhan pembayaran sewa yang dilakukan warga, tanpa disertai dengan kwitansi resmi.

    “ Kenaikan harga sewanya terlalu memberatkan warga,Komisi I akan mengundang kembali PT,KAI, karena hari ini tidak hadir,” tegasnya.

    Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan asal Rogojampi ini, seharusnya penetapan kenaikan tarif sewa lahan milik negara berdasarkan pada Peraturan Perundang-Undangan, serta melihak kondisi perekonomian warga penyewa.(Humas DPRD Banyuwangi)

    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK