DPRB Kab. Banyuwangi

Selamat Datang

di Website Resmi DPRD Kab. Banyuwangi

Anggota DPRD Kab. Banyuwangi

Visi


"Menjadi Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang Terpercaya,Kreatif dan Aspiratif"

  • Main Menu
  • Bagaimana Menurut anda tentang kinerja DPRD Kab. Banyuwangi?".

    • Setuju
    • Tidak Setuju
    ×

    KONI BANYUWANGI TANYAKAN DANA PORKAB KE DPRD.


    Keinginan KONI untuk mengelar Pekan Olaraga Kabupaten (PORKAB) untuk pertama kalinya di Kabupaten Banyuwangi,nampaknya tidak terwujud.Proposal  pengajuan dana PORKAB yang  dikirimkan ke Bupati Banyuwangi,melalui Dinas Pemuda dan Olaraga belum dapat terakomodir dalam Perubahan APBD  Banyuwangi Tahun 2017 ini.

    Hal ini terungkap saat rapat dengar pendapat lintas Komisi DPRD Banyuwangi,bersama KONI, Dinas Pemuda dan Olaraga, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Senin (31/07/2017) di Ruang Khusus DPRD Banyuwangi.

    “Rapat Hearing ini digelar,guna menindaklanjuti  surat permohonan hearing dari KONI Banyuwangi, perihal dana PORKAB,” jelas Wakil Ketua DPRD, H.Joni Subagio,SH.MH saat membuka rapat hearing.

    Dalam kesempatan rapat hearing, Sekretaris KONI Banyuwang,Mukayin mengatakan, KONI Banyuwangi telah menyusun kepanitian PORKAB,dan telah  menghimbau  seluruh Cabang Olaraga untuk mempersiapkan atletnya  ikut dalam event olaraga yang akan digelar pertama kalinya ini.

    Persiapan PORKAB dilakukan,  setelah adanya janji kucuran dana dari Pemerintah Daerah,yang akan dialoksikan pada Perubahan APBD.Namun KONI merasa was-was,karena hingga bulan juli ,kabar mengenai dana PORKAB  tersebut,belum  ada kejelasan.

    “ Pesiapan PORKAB telah 80 persen,namun hingga kini kejelasan anggaran PORKAB masih belum ada,kami tidak  ingin konyol di belakang hari,jika tiba-tiba dana PORKAB tidak ada” jelas Mukayin.

    Menurut Mukayin,pelaksanaan PORKAB sangat penting, untuk memantau perkembangan atlet, jika event olaraga tingkat kabupaten tersebut gagal dilaksanakan,maka efeknya persiapan atlet menjadi tidak terprogram dengan baik. Koni dipastikan akan kesulitan menyiapkan atlet untuk Porprov jatim mendatang.

    Kepala BKAD, Samsudin, SE yang juga menjabat Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah mengatakan, seharusnya anggaran PORKAB diajukan, sebelum pembahasan APBD tahun 2017, bukan pada Perubahan-APBD tahun 2017 ini. Terlebih kondisi keuangan Pemerintah Daerah di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), mengalami  defisit sebesar Rp. 100 Miliar.

    “ Jika anggaran PORKAB dipaksakan masuk dalam Perubahan APBD Tahun 2017 ini, tentu akan mengorbankan beberapa pos anggaran lainnya, dan hal ini harus ada kesepakatan antara lembaga Legislatifdan Eksekutif,” jelas Samsudin.

    Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Handoko, SE sangat menyayangkan, anggaran PORKAB tidak dapat terakomodir dalam Perubahan APBD  tahun 2017, sehingga kesannya Dispora kurang mendukung event olaraga tingkat kabupaten ini. Padahal KONI hanya membutuhkan dana sebesar Rp. 2 Miliar untuk kebutuhan ajang prestasi dari puluhan cabang Olaraga di Banyuwangi.

    Kepala Bidang Olaraga,Dispora Banyuwangi, M.Alfin Kurniawan, menjelaskan, belum masuknya alokasi anggaran PORKAB dalam APBD tahun 2017,karena pengajuan proposal baru dikirimkan pada bulan Mei 2017. Sedangkan pihaknya, tidak mengetahui asumsi PAK tahun 2017.

    Diakhir rapat hearing, wakil ketua DPRD, H.Joni Subagio menyampaikan, PORKAB yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh KONI, harus tetap bisa jalan.Meski anggaran Pemerintah Daerah dalam kondisi defisit, dan tidak mampu membiayai PORKAB,masih ada solusi lain yang dapatdikomunikasikan dengan Bupati Banyuwangi.

    “ Pasca hearing ini, saya mewakili DPRD,  bersama Dinas Pemuda dan Olaraga, dan KONI,  akan menghadap Bupati Banyuwangi,untukmencari solusi terbaik,agar PORKAB bisa tetap terlaksana,” pungkasnya.(Humas DPRD Banyuwangi)


    • TERBARU
    • TERPOPULER
    • ACAK
    0